Pulau Sumatra miliki segudang cara untuk menarik minat pengunjungnya. Pulau terbesar keenam di dunia ini miliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk danau kawah gunung berapi raksasa terbesar di dunia. Selain kekayaan hayati, pulau yang miliki banyak wilayah penghasil kopi ini termasuk mampu menggaet pengunjung lewat kuliner khasnya.

Pulau yang dikenal bersama keragaman budaya dan suku yang suka bermain mahjong ways 2 di masing-masing provinsi ini miliki satu makanan khas yang memadai populer dan hingga ke telinga penduduk global, yaitu rendang. Bahkan, masakan yang berasal dari Sumatra Barat ini masuk dalam kamus oxford.

Selain rendang, masih banyak kuliner tradisional yang lahir dari tangan penduduk Pulau Sumatra. Berikut adalah 10 makanan khas Sumatra, dari Aceh hingga Lampung :

1. Mi Aceh – Aceh

Aceh terkenal bersama kuliner khas mi aceh. Bahan dasar pembuatan mi tidak pakai tepung terigu, melainkan tepung tapioka. Proses pemasakannya pun terbilang unik, yakni pakai arang. Alasannya, agar sistem penyerapan panas pada wajan bisa merata.

Campuran pada mi aceh memadai beragam, menjadi berasal dari udang, kepiting, daging, dan ada juga cumi-cumi. Tipe penyajiannya pun bisa dipilih, yakni goreng basah, goreng, atau direbus, tinggal sesuai bersama selera Anda. Dengan rasanya yang khas, mi aceh kini dijual di beragam kota di Indonesia. Membuat mi aceh tidak membutuhkan resep khusus. Akan tetapi, ada yang membedakan pada mi aceh bersama mi kuah lainnya, yakni style mi yang digunakan. Mi aceh biasanya berukuran sebesar lidi dan panjangnya sesuai bersama alat pemotong. Saat pertama kali menyantap mi aceh, cita rasa yang paling dominan adalah rempah-rempah yang kuat.

2. Bika Ambon – Sumatra Utara

Bika ambon adalah kue khas Medan, Sumatra Utara. Kue ini berwarna kuning bersama rongga menyerupai sarang semut. Kue bersama rasa legit ini merupakan salah satu panganan tradisional yang dibuat pakai fermentasi air nira atau tuak enau untuk menciptakan rongga yang menjadi ciri khas kue ini. Berdasarkan penelitian, nira aren punya kandungan 91,1 % air, 0,28 % takaran abu, 0,41 % protein, 8,21 % karbohidrat, dan juga 0,67 % gula. Air ini juga sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula semut, tuak, dan cuka. Namun, untuk penduduk yang menjauhkan mengkonsumsi alkohol, bika ambon biasa dibuat bersama pakai ragi instan biasa dan air kelapa.

3. Rendang – Sumatra Barat

Makanan khas Sumatra Barat ini berbahan utama daging sapi dibalut bumbu rempah layaknya daun jeruk, serai, daun kunyit, kelapa parut, santan, pekak, dan sebagainya. Rendang biasanya menjadi lauk pendamping nasi putih hangat atau lalapan singkong. Nama rendang merujuk pada lamanya saat memasak daging hingga teksturnya menjadi empuk, kering, hingga mengeluarkan aroma rempah yang kuat. Teknik memasak tersebut, menjadikan rendang memiliki cita rasa yang khas. Berdasarkan bahan utama pembuatannya, makanan khas Tanah Air dibagi menjadi rendang sapi, ayam, ikan, telur, cumi-cumi, hingga udang. Untuk rendang dagang sapi dikelompokan menjadi rendang limpa, paru, dan babat.

4. Gulai Ikan Patin – Jambi

Untuk membuat gulai ikan patin diperlukan lebih dari satu bumbu dan bahan, di antaranya jahe, merica kunyit, bawang merah, bawang putih, kemiri, gula pasir, minyak sayur, santan kelapa kental, daun salam, ikan patin, santan kelapa encer, garam dapur, dan serai. Untuk membuat gulai ikan patin, Anda wajib bersihkan sisik dan kotoran didalam perut ikan terlebih dahulu. Selanjutnya, ikan dilumuri bersama perasan air jeruk dan garam dapur. Lalu, haluskan bahan-bahan bumbu, sesudah itu masukkan ke didalam air mendidih.

Masukkan ikan patin dengan asam kandis, daun kunyit, daun jeruk, dan daun salam. Bumbui dengan garam secukupnya, tambahkan dua sendok teh gula. Masak lagi, sampai ikan matang dan kuah mulai sedap.

5. Pendap – Bengkulu

Pendap adalah makanan khas Bengkulu yang berbahan dasar ikan kembung. Makanan ini punya kandungan banyak gizi, layaknya energi, vitamin A, B1, kalsium, zat besi, protein, fosfor, dan lemak.

Mengutip Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, makanan bersama rasa pedas gurih ini diolah bersama bumbu khusus bersama bersama kelapa parut dan dimasak di dalam bungkusan daun talas dan daun pisang.

Bumbu khusus yang digunakan yaitu bawang putih, bawang merah, ketumbar, lengkuas, cabai, jahe, garam, kencur, merica, dan penyedap. Pendap dimasak selama delapan jam hingga ikan terlampau masak, bumbu meresap, dan daun talas tidak kembali mengakibatkan rasa gatal terhadap kulit.

6. Gulai Belacan – Riau

Belacan merupakan bahasa Melayu yang artinya terasi. Cara mengakibatkan hidang berkuah ini lumayan praktis. Adapun bahan-bahan yang diperlukan, yaitu 200 gram udang besar, jeruk nipis, petai, air asam Jawa, terasi, gula pasir, santan, garam, lada, dan minyak untuk menumis.

Pertama-tama, bersihkan kotoran udang, kucuri perasan jeruk nipis, diamkan sebagian saat, lantas cuci bersih. Tumis bumbu halus, tambahkan terasi, matang hingga matang. Kemudian, tambahkan udang dan matang hingga udang berubah warna. Selanjutnya, tambahkan petai, santan, gula, garam, dan lada. Masak hingga mendidih, kemudian tambahkan air asam. Cicipi masakan. Jika sudah sesuai, gulai belacan siap disajikan.

7. Otak-otak – Kepulauan Riau

Otak-otak adalah makanan yang terbuat berasal dari daging tenggiri giling yang dibungkus daun pisang, dipanggang, lantas di sediakan bersama kuah asam pedas. Makanan pendamping nasi ini mampu dibikin bersama bahan yang lumayan mudah, yaitu daun pisang, santan, sagu, ikan tenggiri, bawang merah, garam, gula, dan merica.

8. Lenggang – Sumatra Selatan

Lenggang mampu dikatakan sebagai versi lain berasal dari pempek, sebab terdiri berasal dari pempek lenjer yang dibalut telur. Dalam proses memasaknya, varian pempek ini pakai daun pisang. Adonan lenggang dibungkus di dalam daun pisang, dibentuk kotak, lantas dipanggang hingga matang.

9. Mi Bangka – Bangka Belitung

Mi bangka terhitung dikenal bersama nama bakmi bangka. Bagi penduduk Bangka, mi dikenal sebagai mien atau mian yang merupakan kuliner orang Hakka, kelompok Tionghoa Han. Bakmi bangka terbilang unik sebab di sediakan bersama lauk pendamping yang ramai.

Hidangan khas ini di sediakan bersama potongan ayam kecap, bakso ikan, seafood, tahu kok (bakso tahu asli Bangka), pangsit, taoge, sayur caisim, bumbu pelengkap layaknya lada, daun bawang, kecap asin, jeruk kunci, tongcai, garam, dan saus cabai pedas khas Pulau Bangka.

10. Seruit – Lampung

Mengutip Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, seruit adalah sambal hasil perpaduan antara tempoyak durian, sambal terasi dan pindang ikan yang dilengkapi sedikit air jeruk. Masyarakat lokal menyebutnya bersama sebutan nyeruit (makan bersama teman atau keluarga).

Nyeruit artinya suatu ajakan yang punyai nilai kebersamaan yang kuat. Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat seruit, antara lain sambal terasi yang sudah jadi, tempoyak durian, pindang ikan dan sedikit air. Seruit punyai rasa asin, pedas, asam-asam segar, dan rasa gurih berasal dari pindang ikan. Seruit lebih cocok dimasak bersama lalapan, baik mentah ataupun matang, layaknya daun singkong atau labu yang sudah direbus, jengkol, terong bulat kecil, petai, julang-jaling, dan daun mangga muda.